Minggu, 30 November 2014

My International Friends

Diposting oleh Ranie's di 11/30/2014 0 komentar Link ke posting ini
Kangen rasanya free writing di blog, nulis tanpa ada aturan yang mengharuskan gue untuk ikutin EYD atau apapun itu. Karena yang gue tau cuma, "i wanna write something here"
Memori otak gue terlalu penuh untuk nyimpen semua detil kehidupan yang terjadi di dalem hidup gue. And ini terlalu berharga untuk dilupain~
Sekarang gue tetep stay di semester akhir dengan status mahasiswa Fakultas Ekonomi. Tetapi dengan aktivitas yang berbeda lagi, gak lagi sesibuk dulu yang aktif di berbagai kegiatan kampus atau business gue. Orang tua udah kasih peringatan red-alert buat gue, semua fasilitas kegiatan semuanya harus stop.Gak boleh kerja, dagang, apalagi organisasi itu udah larangan keras.
So, yang gue lakuin sekarang cuma nongkrong di kamar kosan dengan fasilitas ASSS (Amat Sangat Sangat Sederhana) tapi lumayan dapet modem dan uang mingguan yang bisa buat isi perut "asal kenyang". Harus bisa prihatin dan gak boleh banyak main kesibukan lagi kayak dulu, cuma bisa duduk di depan netbook kesayangan yang sepertinya sudah mulai letih (kiss you, mwuahh). Kerjaan rutin ya bacain artikel tentang variabel penelitian yang gue angkat sebagai judul skripsi. Selain itu gue dapet aktifitas baru lagi, chatting with new people from others country.
Sebetulnya bahasa inggris gue gak begitu bagus, serius apa adanya banget grammar gue juga jelek. Tapi beruntung deh dapet temen-temen yang sabar dan paham sama apa yang gue omongin, dan yang terpenting mereka mau kasih tau gue dimana salahnya (sometimes). Sama kayak kehidupan nyata gue di Indonesia, hubungan gue sama temen-temen baru gue ini juga bervariasi adanya. Mulai yang dari cuma sebatas temen, naksir, nyebelin, cemburu, marah, sampe yang jadi open-relationship hehe. But overall mereka temen baik gue, temen yang bisa diajak curhat, diajak ngomongin orang, ketawa bareng, sampe yang gregetan karena iseng nya. hehe,
Berharap suatu saat nanti bisa bener-bener ketemu mereka di dunia nyata, berinteraksi dengan mereka dan lain sebagainya.
Nanti inshaAllah, aku mau buat tulisan tentang personal mereka. Semoga diberi kesempatan untuk buat tulisan tentang ini di lain waktu. :)

For my international friends : Hamza, Qna, Ali Khan, Raj, Ouajih, Umit, and Karim nice to met you all. :)

Minggu, 22 Juni 2014

Love and Pain

Diposting oleh Ranie's di 6/22/2014 0 komentar Link ke posting ini
Kamu bisa terbakar jika bermain api, begitupun cinta...
Kau bisa mengatakan bahwa hidupmu sempurna, tapi jika tanpa cinta?
Kau mungkin juga bisa merasakan bahwa hidupmu cukup bahagia, tapi tanpa cinta?
Love can more filled out your life completely, without it life like a grey side
Yea, i have been fall in love for a twice with a stranger (definitely my first love not). I don't know about him, but i filled a full week with him. Pernah suatu ketika aku berdoa kepada Allah untuk memberikanku kesempatan merasakan cinta meskipun sesaat. And my wish were answered in earlier June, 
I don't know, i think he really man who served for me "just for feeling a love like my wish". - not permanent
Awal perkenalan yang unik memang, karena pada saat itu memang ada such as miracle happening sampai akhirnya kami memulai percakapan itu (mungkin cuma aku yang tau). Dan itu memang berawal dengan baik, memulai percakapan tanpa rasa canggung like with old friend and it just flow like the air.
Aku menikmati saat-saat itu, hanya percaya bahwa ini alur yang Allah kasih buat aku. Menikmati setiap perubahan perasaan itu tanpa meragukan ukiran indah Allah untuk hidupku, hanya menikmati setiap guratannya. Tanpa berprasangka bahwa ukiran itu akan salah atau tidak, ya aku hanya bisa mengikutinya.
Hanya mengikutinya dengan tulus dan sedikit harapan bahwa "mungkin dia seseorang itu, jika bukan sekarang mungkin nanti". Aku hanya melakukannya dengan tulus dan jujur, karena aku ingin merasakan "bagaimana rasanya sebuah ketulusan".
Jangan salah, sejak awal kami sama sekali tidak saling kenal apalagi bertemu. Sebuah pertemuan terjadi seminggu setelahnya, setelah kami merasa "mungkin kami cocok". So, we decided to meet-up each other.
Tapi sejak pertemuan itu, semuanya menjadi terlalu awkward. I just felt, there's no feed back and maybe just me who felt it. Finally its over now, :)
Sesuai doaku, "hanya ingin merasakan meskipun sesaat".
Tapi aku percaya, Allah sudah mempersiapkan waktu yang benar-benar tepat untukku bertemu dengan pangeranku. Seseorang yang pastinya akan mengisi seluruh kehidupanku until i die tanpa syarat apapun.
Alhamdulillah, terimakasih ya Allah karena aku tak pernah sedikitpun meragukanmu.
Benar apa kata Saki, "Seenggaknya kamu jadi tau, seperti apa yang kamu mau"
Bener kata Ka Sari, "It Failed but there is any other chance"
 

Ranieslife Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review